Kilas Balik Perkembangan Hijab di Indonesia dari Masa ke Masa - Saliha

OASE

Kilas Balik Perkembangan Hijab di Indonesia dari Masa ke Masa

BY TIM EDITOR

2018-07-05 14:51:00


SALIHA - Sahabat Saliha tahu nggak sih bahwa penutup kepala atau yang saat ini lebih dikenal dengan hijab sudah mulai digunakan perempuan-perempuan Indonesia kira-kira sebelum abad 20 lo.

Disadur dari berbagai sumber, peneliti asal Perancis, Denys Lombard, pernah meletakkan sebuah ilustrasi menarik berjudul ‘an Achein woman’, seorang wanita Aceh dengan baju panjang dan penutup kepala yang tertutup rapat dalam bukunya ‘Kerajaan Aceh Jaman Sultan Iskandar Muda (1607-1636)’. Ini artinya wanita Aceh sejak abad ke 17 sudah menutup auratnya. Selain pakaian masyarakat biasa, penutup kepala ini juga menjadi pakaian dalam kesultanan.

Hijab memang seringkali dianggap sebagai budaya timur tengah atau lebih tepatnya Arab, namun faktanya Muslimah Indonesia sejak dulu sudah menggunakan penutup kepala, meski awalnya hanya berupa kain atau selendang yang ditaruh di atas kepala. Sehingga tidak salah jika saat ini dikatakan bahwa kerudung atau yang kita kenal saat ini sebagai hijab juga merupakan identitas asli Muslimah Indonesia sejak dulu.

Selain itu, kita juga dapat melihat para pejuang perempuan Indonesia dengan menggunakan penutup aurat seperti Cut Nyak Dien, Opu Daeng Siradju, H.R Rasuna Said, Nyai Ahmad Dahlan, dan Tengku Fakinah.

Seiring perkembangan zaman, model-model penutup aurat terus berkembang, beriringan juga dengan perubahan tren pada dunia fashion perempuan. Begitu juga dengan penyebutannya, dari mulai kerudung, jilbab, hingga yang sedang tren saat ini yaitu hijab.

Sebelum Indonesia merdeka dan pada masa awal Indonesia merdeka penggunaan penutup aurat masih sangat sederhana, hanya berupa kain yang disampirkan di kepala dan lebih dikenal sebagai kerudung.

Namun siapa sangka pada periode 1970-1980 ternyata penggunaan jilbab sempat dilarang lo sahabat Saliha. Pada masa itu Departemen Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan peraturan untuk melarang semua siswi Muslim mengenakan jilbab ke sekolah. 

Selanjutnya di era 90an setelah larangan tersebut dihapus, mulai bermunculan tren jilbab yang saat ini kita kenal dengan jilbab gaya klasik. Gaya jilbab ini dapat dikatakan cukup sederhana, dengan menggunakan ciput, kemudian jilbab dipasangkan di kepala dan dipasangkan peniti di bawah dagu. 

Masuk tahun 2000-an awal, model jilbab kembali berubah. Saat itu model jilbab yang populer adalah Jilbab ikat. Penggunaan jilbab ini hanya dengan melilitkannya ke leher saja. Lebih praktis dan mudah untuk ditiru.

Memasuki tahun 2010 tren jilbab pun semakin berkembang, banyaknya pilihan motif dan gaya serta pilihan warna yang lebih colorfull dan lebih dikenal sebagai hijab.

Perkembangan fashion hijab tersebut berdampak pada pengguna hijab di Indonesia. Selain pengguna hijab yang meningkat dengan pesat, saat ini perempuan-perempuan yang menggunakan hijab ternyata tidak hanya sebagai pemenuh kewajiban syariat untuk menutup aurat, namun juga masuk ke tren fashion.

Buktinya, saat ini kita dapat melihat bermunculannya desainer-desainer hijab dari Indonesia yang karyanya telah diapresiasi di dunia internasional, maraknya event-event peragaan busana muslim, dan tumbuh suburnya komunitas-komunitas hijabers di Indonesia.


    BY TIM EDITOR

loading