6 Tips Agar Anak Bertanggung Jawab Memelihara Binatang Kesayangan - Saliha

LOVE

6 Tips Agar Anak Bertanggung Jawab Memelihara Binatang Kesayangan

BY TIM EDITOR

2018-04-20 17:57:00


SALIHA.ID - Salah satu cara agar anak memiliki sifat penyayang dan bertanggung jawab adalah dengan cara mengizinkan anak untuk memelihara binatang.

Dengan mengajari anak-anak memelihara binatang, kita memberikan kesempatan untuk mempelajari secara dekat kehidupan makhluk cipataan Allah yang lain.

Namun, memelihara binatang pun ada adabnya. Jangan sampai anak hanya suka memelihara binatang untuk sesaat, namun kemudian mengabaikannya. Ada banyak kasus di mana binatang peliharaan dibuang oleh pemiliknya karena bosan. Jangan sampai ini terjadi ya, Bunda.

Agar anak senang memelihara binatang dan binatang juga terpelihara dengan baik, ini dia beberapa tipsnya.

Biarkan anak yang memilih binatang yang ingin ia pelihara.

Agar anak mau memelihara binatang tersebut, biarkan anak yang mengambil keputusan untuk memelihara binatang atau tidak. Ajarkan bahwa memelihara binatang adalah tanggung jawab seumur hidup. Ajarkan pula konsekuensi dan hal-hal apa yang harus dilakukan anak untuk menjaga binatang. Jangan sampai anak kemudian bosan dan orang tua terpaksa mengambil alih tanggung jawab. Binatang juga bisa sedih dan patah hati jika diabaikan, lo.

Siapkanlah kandang khusus agar binatang merasakan kenyamanan

Menyiapkan rumah ternyaman untuk binatang kesayangan adalah kewajiban. Jangan sampai binatang yang kita pelihara kedinginan atau kepanasan. Ajarkan anak cara membersihkan kandang secara berkala. Kebersihan kandang akan sangat berpengaruh terhadap kesehatan binatang kesayangan.

Pastikan binantang berusia diatas dua bulan

Usia binatang sangat berpengaruh terhadap kemandiriannya. Pilihlah binatang yang berusia diatas dua bulan karena sudah bisa mandiri dan tidak tergantung pada induknya.

Atur pola makannya

Ajarkan pada anak untuk selalu memberi makanan pada binatang dan anak tidak boleh lupa. Binatang juga memerlukan pola makan yang teratur. Jangan dibiasakan memberikan camilan di waktu di luar jadwal makan.

Makanan yang diberikan pun juga harus sesuai umur. Misalnya makanan kucing baru lahir berbeda dengan makanan kucing yang telah dewasa. Air minum yang baru harus selalu tersedia dan jangan terlalu banyak memberinya susu, karena dapat menyebabkan kucing diare.

Jadwalkan untuk periksa ke dokter hewan

Rajinlah periksa mata, telinga, hidung, mulut, dan anus. Pastikan kondisi tubuhnya selalu sehat dan cerah. Jangan lupa untuk melakukan vaksinasi. Jangan lupa datanglah ke dokter hewan tiga bulan sekali agar binatang kesayangan terpantau kesehatannya.

Mandikanlah hewan secara teratur

Jangan lupa menjaga kebersihannya dengan rajin memandikannya. Selain bersih juga menjaga keindahan bulu dan penampilannya.

Dalam Islam, memelihara binatang sudah lebih dahulu diajarkan oleh Rasullullah s.a.w. Ketika kecil beliau telah menjadi penggembala kambing. Pekerjaan yang memerlukan kesabaran dan ketekunan, kelembutan juga kasih sayang.

Allah mempersiapkan Rasullullah saw sebelum masa kenabian untuk menjadi penggembala kambing sejak kecil. Ketika itu beliau masih berada dalam lingkungan Bani Sa’ad dan diasuh oleh Halimatus Sa’diyah. Sejak kecil beliau dilatih untuk bekerja keras dan untuk bertahan hidup.

Beliau terdidik untuk tidak menyusahkan orang lain dengan rajin bekerja dan tidak berpangku tangan. Ulet juga tangguh. Beliau terdidik pula untuk memiliki jiwa yang tenang. Sabar, lemah lembut, penyayang, memperhatikan nasib yang lemah yang Beliau dapatkan dari menggembala binatang yang lemah seperti kambing.

Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin menyatakan, tidak ada seorang nabi yang Allah utus kecuali menggembalakan kambing. Seluruh nabi yang Allah utus pertama kali menggembalakan kambing, agar mereka mengetahui dan berlatih mengurus dan mengatur dengan baik. Allah mengatur kambing sebagai hewan gembala untuk mendapatkan ketenangan, kelembutan dan kasih sayang. 

Kambing itu sendiri membawa banyak keberkahan bagi pemiliknya. Seperti kata ahli tafsir al Qurthubi, “Allah telah menjadikan berkah pada kambing di mana kambing bisa dimanfaatkan untuk pakaian, makanan, minuman, banyaknya anak, karena kambing beranak tiga kali dalam setahun, sehingga memberikan ketenangan bagi pemiliknya. Kambing juga membuat pemiliknya rendah hati dan lembut terhadap orang lain.”

Para ulama menyatakan hikmah dari dibinanya para Nabi dengan menggembalakan kambing sebelum kenabian adalah agar terbiasa latihan untuk menanggung amanat yang berat dan akan mereka pikul berupa melatih dan mengurusi umatnya.

Para nabi semuanya menggembalakan kambing sebagaimana sabda Rasulullah saw. 

“Tidaklah Allah mengutus seorang nabi kecuali telah menggembalakan kambing.” (HR. Bukhori dan Muslim).

Sahabat Saliha, yuk ajarkan anak kita menyayangi binatang sejak dini. Bisa berupa kucing, ikan, burung dan lain sebagainya. Seperti teladan kita Rasulullah s.a.w yang sejak dini sudah terdidik untuk menggembala kambing. Hingga sifat sabar dan penyanyang Beliau sudah muncul sedari kecil.

Tulisan ini merupakan kiriman Henys Oliph, Magelang.

 


    BY TIM EDITOR

loading