Menikah Muda Tingkatkan Kecenderungan Gangguan Psikologis - Saliha

LOVE

Menikah Muda Tingkatkan Kecenderungan Gangguan Psikologis

BY SYARIFAH AULIA

2018-04-24 15:53:00


SALIHA.ID - Fenomena menikah muda yang sedang ramai di perbincangkan beberapa hari ini tentu mendapat respon yang begitu beragam dari publik. Dua murid sekolah menengah pertama asal Bantaeng, Sulawesi Selatan, membuat keputusan besar yakni ingin menikah muda. Pernikahan biasanya menjadi sebuah keputusan bersama yang membahagiakan. Tapi tidak dengan permohonan pernikahan kali ini, pasalnya kedua pemohon masing-masing masih berusia di bawah umur.

Sang calon pengantin perempuan masih berusia 14 tahun 9 bulan, sedangkan laki-lakinya berusia 15 tahun 10 bulan. Usia yang masih dikategorikan anak-anak ini gigih mewujudkan keinginannya atas nama cinta. Usaha keduanya akhirnya membuahkan hasil, pasalnya Pengadilan Agama Bantaeng mengabulkan permohonannya.

Pernikahan ideal menurut UU No. 1 tahun 1974 menginzinkan laki-laki yang sudah berusia genap 19 tahun dan perempuan berusia 16 tahun untuk menikah. Peraturan ini dibuat berdasarkan faktor keamanan pada kesehatan keduanya khususnya perempuan.

Namun, baru-baru ini Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) usia menikah yang ideal adalah 21-25 tahun. Melihat kesiapan yang matang dari fisik, psikologis untuk menghadapi kehamilan, melahirkan sampai membesarkan anak.

Sebuah penelitian yang dilakukan UNICEF di akhir 2012 lalu, remaja yang memutuskan melangsungkan pernikhan cenderung belum mampu mengelola emosi dan mengambil keputusan. Hal ini justru akan meruncingkan sebuah permasalahan sederhana kemudian berujung konflik yang lebih rumit. Kasus pernikahan di usia remaja sering terjadi di daerah-daerah yang minim akses informasi sehingga pernikahan itu mudah terjadi.

Ketidakmampuan untuk mengatasi segala permasalahan rumah tangga juga dapat memicu terjadinya gangguan mental seperti depresi sampai gangguan jiwa. Pelampiasan emosi pada kebiasaan buruk juga memiliki peluang lebih besar, misalnya saja minuman keras, rokok serta narkoba. Kecanduan ini bisa berlangsung sejak remaja di mana emosi itu terbentuk hingga usia dewasa.

Pernikahan di usia muda, juga tak lepas dari tekanan berbagai pihak terdekat seperti keluarga, kerabat sampai lingkungan sosial. Kepala rumah tangga yang berstatus pelajar masih rentan bila dibebankan sebagai pencari nafkah. Sedangkan perempuannya, akan dirundung ketidaksiapan saat hamil, melahirkan apalagi membesarkan anak.

Oleh sebab itu, pernikahan yang telah dilangsungkan Fitri Ayu dan Syamsuddin pada Senin 23 April 2018 kemarin, dibanjiri harapan dan doa agar keputusan keduanya menuai kebahagiaan selama-lamanya. Dan yang paling penting bisa tetap melanjutkan sekolah untuk meraih cita-cita di masa depan.


    BY SYARIFAH AULIA

loading