Meminta Oleh-Oleh, Meminta yang Tidak Dianjurkan Rasulullah - Saliha

OASE

Sebaiknya tidak meminta oleh-oleh pada teman yang travelling

Meminta Oleh-Oleh, Meminta yang Tidak Dianjurkan Rasulullah

BY DINA LATHIFA

2018-02-27 12:52:00


SALIHA.ID - Saat ada teman yang liburan, tak ragu hati ingin meminta oleh-oleh. Ketika teman sedang merayakan kesuksesannya, bahagia pula kita hingga meminta traktir darinya. Jika saudara memiliki benda-benda bagus, terucap langsung keinginan untuk meminta darinya. Banyak lagi kejadian serupa, di mana kita meminta sesuatu dari teman dan saudara, meminta secara gratis.

Salah satu sahabat nabi pun pernah meminta pada Rasulullah SAW. Hakim bin Hizam R.A. pernah meminta sesuatu kepada Rasulullah SAW dan beliau memberikan apa yang dimintanya. Kemudian sang sahabat kembali meminta lagi padanya, dan Rasulullah pun memberikannya. Datang lagi Hakim untuk meminta, dan Rasulullah kembali memberikannya, kemudian bersabda:

"Wahai hakim, sesungguhnya harta ini bak buah yang segar lagi manis, dan barang siapa yang mengambilnya dengan tanpa ambisi (dan tamak atau atas kerelaan pemiliknya), maka akan diberkahi untuknya harta tersebut. Dan barangsiapa yang mengambilnya dengan penuh rasa ambisi (tamak), niscaya harta tersebut tidak akan diberkahi untuknya, dan ia bagaikan orang yang makan dan tidak pernah merasa kenyang. Tangan yang berada di atas lebih mulia dibandingkan tangan yang berada di bawah." (HR. Bukhari: 1472 dan Muslim: 1035).

Mendengar Rasulullah, Hakim pun berkata, "Wahai Rasulullah, demi Dzat yang telah mengutusmu dengan membawa kebenaran, aku tidak akan meminta harta seseorang sepeninggalmu hingga aku meninggal dunia."

Sahabat Saliha, mendapat sesuatu secara cuma-cuma dari teman atau saudara memanglah sebuah rezeki yang tidak bisa ditolak. Akan tetapi saat meminta dari mereka dengan ambisi yang besar, meminta walau keadaan mampu untuk membeli sendiri, sesungguhnya yang tangan terima tidak akan menjadi berkah. Meminta seperti ini, sama seperti mengemis.

Dalam hadis disebutkan, dari Abdullah bin Umar R.A., Rasulullah SAW bersabda, "Jika seseorang meminta-minta (mengemis) pada manusia, ia akan datang pada hari kiamat tanpa memiliki sekerat daging di wajahnya." (HR. Bukhari, no. 1474; Muslim, no. 1040).

Sebagai sahabat dan saudara yang baik, kita juga perlu memikirkan kondisi teman maupun saudara yang dimintai oleh-oleh atau traktir secara gratis. Apakah mereka sedang mampu untuk memberi lebih, atau merasa terbebani karena tidak cukup biaya untuk memberi lebih pada orang lain? Ketika permintaan seperti ini sampai menyakiti perasaan seseorang, harta tersebut tidak akan menjadi berkah bagi yang menerima, dan menjadi sebuah kerugian di akhirat untuk kedua belah pihak.

Jikalau diberi oleh-oleh atau traktir, sahabat Saliha dapat menerima karena itu adalah rezeki. Ada baiknya lagi jika kita pun dapat memberi pada teman dan saudara. Bukankah tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah?


    BY DINA LATHIFA

loading