Bolehkah Sosial Media Menjembatani Ta'aruf? - Saliha

OASE

Bolehkah Sosial Media Menjembatani Ta'aruf?

BY SYARIFAH AULIA

2018-03-29 18:21:00


SALIHA.ID - Belakangan ini kita tengah dikejutkan dengan berbagai macam kabar bahagia maupun kecewa. Ada saja takdir Allah untuk mempertemukan kita dengan jodoh, sosial media menjadi salah satu sarana yang tengah diincar perempuan maupun laki-laki. Tingginya mobilitas para pengguna sosial media seakan menjadi daya tarik yang sulit untuk dibatasi.

Berinteraksi dan menjalin komunikasi melalui jejaring sosial sepertinya sudah menjadi hal biasa di era digital saat ini. Berbagai aplikasi menawarkan fitur-fitur guna memudahkan pengguna untuk saling merespon satu sama lain. Tak terkecuali layanan perjodohan yang kian marak digandrungi.

Lalu apakah mencari jodoh dan menerapkan istilah ta'aruf melalui sosial media itu dibenarkan? Interaksi sosial media umumnya hanya melibatkan dua orang atau lebih. Namun, ketika kecocokan itu ada, maka perantara antara perempuan dan laki-laki tak pernah ada. Sesungguhnya dalam ta'aruf itu memerlukan adanya pihak ketiga yang menjadi mediator. Peran ini bisa dilakukan oleh ayah, ibu, paman maupun guru mengaji.

Ta'aruf melalui sosial media hanya berdasarkan keterangan pribadi seadanya dan tidak mendalam. Ada baiknya ketika memutuskan ta'aruf kita bisa mengenal dan memahami lebih dalam calon pasangan kita. Kalau sudah terpenuhi semua data-data diri barulah kita bisa mengetahui karakter dan kriteria si calon pasangan ta'aruf.

Memang tak ada yang salah dengan interaksi melalui sosial media, namun ketika hati berniat untuk mencari jodoh yang dinginkan ada baiknya hati-hati. Sesungguhnya sosial media hanya penghias jagat dunia maya yang kental akan kamuflase.

Tetaplah memilih jalan taaruf yang benar dengan menghadirkan mediator, data diri, pertemuan yang disetujui hingga berujung kecocokan yang hakiki. Sesungguhnya Allah merestui perkenalan yang sesuai dengan syariat yang dikehendaki.

 


    BY SYARIFAH AULIA

loading