Prestasi Gemilang dengan Pola Makan Ala Atlet - Saliha

CULINARY

Makanan dan minuman penunjang tubuh para atlet bisa dijadikan sebagai acuan untuk mendapatkan tubuh sehat dan optimal.

Prestasi Gemilang dengan Pola Makan Ala Atlet

BY SYARIFAH AULIA

2017-07-13 13:22:00


Meraih kemenangan di lapangan bukan hanya membutuhkan latihan dan keterampilan. Asupan makanan bergizi dan nutrisi yang cukup, merupakan salah satu faktor penentu kesuksesan.

Menurut American Journal of Food and Nutrition,  para atlet membutuhkan asupan karbohidrat, protein, kalsium, mineral, zat besi, dan vitamin. Lalu makanan seperti apa saja ya yang sanggup memenuhi kebutuhan tubuh atlet dan menghasilkan prestasi yang gemilang? Let’s check it out!

Badminton

Terdapat tiga periode aturan makan yang harus dijalani pebulu tangkis, yakni periode persiapan, pertandingan, dan setelah pertandingan.

Makanan pada periode persiapan lebih fokus pada pembentukan glikogen yang dihasilkan dari asupan karbohidrat untuk membentuk otot dalam tubuh. Misalnya makanan dari roti, sereal dan telur dadar atau ceplok.

Tubuh atlet badminton memerlukan asupan daging sekitar 150 gram, satu potong daging ayam, 15 ekor udang kecil dan 150 gram ikan fillet per harinya. Dalam sehari, biasanya atlet badminton makan 4 sampai 5 kali, dilanjutkan penambahan vitamin berupa Cobazin 3000.

Menjelang pertandingan, atlet badminton biasanya mengonsumsi buah-buahan yang tinggi karbohidrat seperti pisang, apel, dan salak. Jadi, secara keseluruhan, setiap atlet harus memenuhi kebutuhan gizi karbohidrat 50-60%, protein 12-15%, lemak 30-35%, dan cairan 150-250 ml/ 15-20 menit saat pertandingan berlangsung.

Renang

Umumnya atlet renang membutuhkan makanan yang mengandung karbohidrat tinggi, seperti sereal, beras merah, pasta gandum, dan roti gandum. Atlet renang disarankan untuk tidak banyak makan nasi karena bisa mengakibatkan gula darah naik ataupun goreng-gorengan.

Atlet renang membutuhkan protein sekitar 20-25% dari jumlah total kalori per hari. Mereka mendapatkannya dari daging ayam kalkun, telur, ikan, tahu, tempe, dan susu rendah lemak. Untuk menghindari dehidrasi, atlet renang mereguk air antara 2,5 sampai 3,5 liter per hari.

Menjelang pertandingan, atlet renang mempertahankan kondisi prima tubuhnya dengan makanan bergizi baik seperti oatmeal  buah dan sayur, roti gandum yang dipanggang, atau biskuit gandum.

Catur

Seperti yang dilansir dari Health.com, umumnya pecatur menghindari makanan yang mengandung karbohidrat tinggi, karena membuat mengantuk dan membuyarkan konsentrasi saat bertanding. Sebaliknya, mereka rutin mengonsumsi sayur dan buah. Mereka juga disarankan meminum teh hijau agar tetap rileks dan fokus.

Minyak ikan juga penting bagi para pecatur karena kandungan omega 3-nya yang meningkatkan daya ingat, dan memengaruhi suasana hati dan membantu konsentrasi.

Menjelang bertanding, biasanya pecatur sarapan dengan satu buah pisang. Konon, kandungan kalium dan mineral dalam pisang mampu menjaga kestabilan kinerja otak, saraf dan jantung.

Sprinter dan Maraton

Sebenarnya pola makan atlet sprinter dan maraton tidak jauh berbeda yakni, karbohidrat di pagi hari, camilan pagi, makan siang, camilan sore, dan makan malam.  Namun ada beberapa perbedaan di antara kedua jenis pelari ini.

Agar bisa berlari cepat dan stamina tetap terjaga, seorang sprinter memilih karbohidrat dari gandum dan pisang. Sedangkan atlet maraton lebih menekankan pada asupan protein untuk memperbaiki jaringan otot setelah bertanding. Mereka memilih makanan dari olahan ayam, susu, yogurt rendah lemak, telur, dan ikan terutama salmon karena menyediakan omega 3 dan vitamin A dan B.

Nah, jelaslah bahwa kebutuhan gizi atlet tidaklah sama, tergantung jenis olahraganya. Namun, yang lebih penting lagi, kita harus konsisten menjalaninya. Dengan demikian kita bisa memiliki tubuh sehat dan kuat layaknya para atlet. 

Setelah mengikuti pola makan atlet badminton tersebut, untuk mencapai prestasi internasional sahabat saliha juga bisa mendaftarkan putra-putrinya untuk mengikuti training camp di Malaysia dan Jepang dengan mendaftar di sini 

 


    BY SYARIFAH AULIA

loading